Ada beberapa tahap untuk menentukan ukuran diameter kabel instalasi kelistrikan yang akan dipasang, baik di perumahan ataupun tempat industri. Adapun tahap – tahap yang harus dilakukan untuk menentukan ukuran diameter kabel listrik adalah sebagai berikut :

1. Menghitung arus nominal

Kenapa arus nominal harus dihitung ?
Alasannya adalah untuk menentukan seberapa besar penampang kabel dan berapa ukuran MCB yang akan kita gunakan. dari hasil ukuran nominal tersebut kita bisa tentukan MCB yang akan kita gunakan dalam hal ini MCB sebisa mungkin lebih tinggi dari arus yang dibutuhkan tetapi mendekati hasil perhitungan.

2. Memilih kabel sesuai dengan ukuran KHA

Ada dua cara untuk menentukan ukuran kabel, yang pertama dengan cara melihat tabel KHA kabel dan yang kedua dengan rumus.
Tabel Daya Hantar Kabel Tembaga pada Circuit Breaker

Rumus cara menentukan kabel power listrik

q = ( L . N ) : ( Y . eV . E )
Keterangan :

q = Penampang kabel dalam mm
L = Jarak dalam meter
N = Daya dalam watt
Y = Daya hantar jenis
eV = Rugi tegangan dalam volt
E = Tegangan dalam volt

Daya hantar jenis tembaga 56, aluminium 32.7 dan besi 7

3. Koreksi terhadap temperature

Dalam pemilihan suatu ukuran kabel perlu diperhatikan kondisi temperature. berikut adalah faktor koreksi terhadap temperatur sekitar kabel :

Temperature 25 C x 1.03
Temperature 30 C x 1
Temperature 35 C x 0.94
Temperature 40 C x 0.87
Temperature 45 C x 0.79
Temperature 50 C x 0.71